Mengenal Lebih Jauh Tentang Sukrosa Serta Dampaknya pada Kesehatan Anak

Mengenal Lebih Jauh Tentang Sukrosa Serta Dampaknya pada Kesehatan Anak

Makanan manis memang sangat disukai oleh anak-anak. Sayangnya, terlalu banyak mengonsumsi juga akan menimbulkan efek tidak baik. Seperti kita ketahui, ada kandungan sukrosa dalam susu formula. Selain kandungan itu, biasanya juga ada fruktosa dan juga glukosa. Lantas, apa saja perbedaan di antara ketiganya? Serta apa kemungkinan buruk apabila terlalu banyak mengonsumsinya? Silakan simak pembahasan berikut ini.

Ini Perbedaan Glukosa, Fruktosa, dan Sukrosa Dalam Susu Formula?

  1. Glukosa

Glukosa merupakan bentuk paling kecil dari gula. Oleh karena itu, kandungan ini cenderung lebih mudah dicerna karena mempunyai ukuran molekul paling kecil serta mudah diserap ke aliran darah. Dengan bantuan hormon insulin, glukosa akan diubah langsung menjadi energi. Rasanya pun tidak terlalu manis apabila dibandingkan dua lainnya. Glukosa kerap ditemukan pada jagung, nasi, ataupun roti.

  1. Fruktosa

Selanjutnya adalah fruktosa. Apabila dibandingkan pecahan gula lainnya, zat ini mempunyai rasa paling manis. Biasanya fruktosa terdapat pada madu, umbi-umbian, dan juga buah. Meskipun memiliki rasa paling manis, jangan khawatir karena zat ini tidak akan langsung menaikkan kadar gula darah. Di sisi lain, pengubahan menjadi energi akan membutuhkan waktu lebih lama karena perlu diubah ke glukosa terlebih dahulu.

  1. Sukrosa

Pada dasarnya zat ini umum ditemui pada gula pasir yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Zat ini terdiri dari gabungan 2 molekul gula sebelumnya. Apabila dilihat dari tingkat kemanisan, zat ini berada di tengah-tengah. Ketika diserap ke aliran darah, biasanya tubuh cenderung mengutamakan pemrosesan glukosa terlebih dahulu. Di saat ini, fruktosa akan disimpan oleh tubuh berbentuk lemak terlebih dahulu.

Dampak Konsumsi Sukrosa Berlebih pada Anak

Perlu diketahui bahwa terlalu banyak mengonsumsi akan menimbulkan beberapa dampak negatif. Oleh karena itu, ada dua hal yang bisa dilakukan, yakni melakukan pembatasan pada konsumsinya atau mengganti susu formula tanpa ada kandungan tersebut. Akan tetapi, cara kedua sepertinya cukup sulit ditemukan. Lalu, apa saja dampak apabila mengonsumsi terlalu banyak?

  1. Mengakibatkan gigi rusak

Risiko paling mungkin terjadi ketika terlalu banyak konsumsi makanan minuman manis adalah rusaknya gigi anak. Sisa gula apabila menumpuk dalam waktu lama di sela-sela gigi akan bercampur dengan bakteri dan akan menyebabkan kerusakan. Biasanya hal ini akan ditandai anak mengalami sakit gigi maupun gigi berlubang. Apabila tidak segera dibawa ke dokter, maka kemungkinan kondisi akan menjadi lebih buruk.

  1. Risiko terkena obesitas

Selanjutnya adalah adanya risiko anak terkena obesitas. Obesitas merupakan gangguan berupa berat badan berlebih. Kondisi ini sangat tidak baik bagi kesehatan dan akan menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

Itulah tadi sedikit penjelasan mengenai perbedaan glukosa, fruktosa, dan sukrosa dalam susu formula beserta risiko apabila terlalu banyak mengonsumsi. Jadi, bisa dikatakan bahwa pemilihan susu formula bagi anak benar-benar harus diperhatikan. Sebagai rekomendasi, salah satu yang layak dijadikan pilihan adalah Dancow karena selain nutrisinya lengkap, rasanya pun juga nikmat bagi si buah hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *