Proses Roasting Kopi, Rahasia Awal untuk Kopi Nikmat

Proses Roasting Kopi, Rahasia Awal untuk Kopi Nikmat

Kopi di petani dipanen dalam bentuk buah yang telah matang dan masih belum memiliki aroma kopi sama sekali. Setelah itu, kopi akan melewati proses roasting yang mengubah warna kopi dari hijau menjadi coklat. Roasting kopi akan membuat rasa dan juga aroma kopi menjadi meningkat.

Proses Roasting

Terdapat tiga bagian utama dalam proses roasting yaitu proses pengeringan, perubahan warna menjadi cokelat, dan baru masuk ke roasting itu sendiri. Kopi terlebih dahulu melewati tahap pengeringan hingga kadar air kopi berkisar antara 8-12% saja.

Setelah dikeringkan, kopi akan masuk ke fase perubahan warna menjadi coklat dengan pemanasan di suhu 160 ⁰C hingga beraroma seperti roti panggang. Di proses ini terjadi reaksi Maillard yang mengurangi kandungan gula serta asam amino menjadi aroma dan warna coklat.

Beberapa roaster memilih menurunkan temperatur di fase akhir roasting ini untuk menjaga kandungan aroma kopi. Jika pada proses roasting kopi temperature tidak diturunkan, maka aroma smoky pada kopi serta rasa yang dikeluarkan akan terlalu tajam.

Suhu Roasting

Temperature atau suhu ketika proses roasting adalah indikator paling penting untuk menjaga aroma dan rasa dari kopi. Setiap roaster biasanya memiliki panduannya sendiri dalam menciptakan aroma dan rasa kopi yang khas. Tipsnya adalah roasting di suhu lebih rendah akan memberikan kopi yang lebih asam, lebih pahit, dan juga punya aroma fruity.

Roasting yang dilanjutkan berlebihan akan menghancurkan komponen kimia yang memberikan rasa fruity. Proses roasting di suhu lebih rendah akan mengeluarkan karakter dari masing-masing biji kopi dengan lebih baik.

Lama Roasting

Meskipun suhu memainkan peranan paling besar, lama waktu roasting juga mempengaruhi terhadap profil rasa dari kopi. Ketika roasting dilakukan lebih sebentar maka aroma kopi akan lebih keluar tetapi harus berhati-hati agar tidak membakar biji kopi.

Roasting kopi dengan cepat tidak selalu tepat pada segala kondisi karena bisa merusak karakter kopi. Bergantung pada keinginan, ketika kopi yang hendak dibuat tidak begitu banyak rasa atau tingkat keasaman, tinggal disesuaikan.

Roasting untuk Filter atau Espresso

Proses ekstraksi kopi juga berpengaruh pada rasa pada kopi sehingga memerlukan penyesuaian dalam hal proses roastingnya. Roaster professional umumnya memiliki panduan roasting tersendiri apakah biji kopi nantinya akan menggunakan filter atau espresso.

Espresso punya karakteristik kopi yang keasamannya rendah tetapi memiliki rasa yang lebih pekat. Di sisi lain untuk ekstraksi memakai filter, umumnya punya karakteristik beraroma lebih banyak dan juga lebih ringan. Proses roasting untuk espresso umumnya lebih lama dan di suhu lebih tinggi dibandingkan dengan filter.

Proses roasting kopi benar-benar memerlukan perhatian dengan detail baik temperature maupun lama waktu. Hal ini karena kesalahan sedikit dapat mengubah cita rasa dan aroma dari kopi secara signifikan. Roasting adalah kunci bagi para roaster untuk bisa menghasilkan kopi yang nikmat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *