Ternyata Ini Dia Hukum Onani Saat Bulan Puasa

Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Wilayah Jakarta, Selasa 19 April 2022

Saat menjalankan puasa ada beberapa hal yang bisa membuat puasa batal, salah satunya adalah makan dan minum secara sengaja, lalu apa hukum melakukan onani saat puasa?

Pada dasarnya saat menjalankan puasa kita ini di ajarkan untuk terhindar dari berbagai hawa nafsu. “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS Al-Muminun 5-7).

Seorang yang beriman ini harus bisa menjaga kemaluannya jadi mereka ini tidak boleh menyalurkan syahwatnya kecuali kepada istrinya. Seperti yang dikatakan oleh Allah SWT jika seseorang yang menyalurkan syahwatnya selain kepada istrinya ini artinya dia ini melampaui batas.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Allah SWT berfirman: “Puasa itu milik-Ku, Aku sendiri yang akan membalasnya. Orang yang puasa meninggalkan syahwatnya, makan-minumnya karena-Ku.” (HR Bukhari dan Muslim 1151).

Allah SWT juga menyebutkan jika seora yang berpuasa ini harus meninggalkan syahwat, makan, dan minum, jadi saat ada salah satu hal yang dilakukan maka puasanya akan langsung batal. Lalu jawaban dari pertanyaan tadi adalah puasanya batal jika melakukan onani.

 

Pandangan Ulama Mengenai Masturbasi ketika Sedang Puasa

Terdapat beberapa pandangan dari para ulama mengenai onani ini bisa membatalkan puasa atau tidak, jawabannya adalah:

  • Khalid Al-Muslih

Beliau ini mengatakan: “Orang yang sengaja mengeluarkan mani dengan onani atau bercumbu, berarti tidak meninggalkan syahwatnya. Pendapat sebagian ulama bahwa hadis ini hanya berlaku untuk jimak adalah pendapat yang jelas tidak kuat, bagi orang yang merenungkannya.

  • Imam Ar-Rafii

Beliau mengatakan “Mani yang dikeluarkan dengan onani, membatalkan puasa. Karena jika hubungan intim tanpa terjadi keluar mani statusnya membatalkan puasa, maka onani dengan mencapai syahwat puncak lebih layak untuk membatalkan puasa.” (Syarh Al-Wajiz Ar-Rafii, 6/396),

  • Imam Ibnu Baz

Beliau juga mengatakan sebuah pendapat yang sama. “Orang yang melakukan onani ketika Ramadan, dia wajib mengqadha puasanya. Dia harus bertaubat kepada Allah dan mengqadha puasanya. Karena pada hari itu dia membatalkan puasa dengan melakukan onani. Artinya, status dia sama dengan orang yang tidak puasa, meskipun dia tidak makan, tidak minum. Namun statusnya sama dengan orang yang tidak puasa, dan dia wajib qadha.”

  • Musthofa Khan dan Musthafa al-Bugha

Beliau menyebutkan: “Istimna’ (onani) adalah berusaha mengeluarkan mani secara langsung atau dengan tangan. Jika dilakukan secara sengaja oleh orang yang berpuasa, maka membatalkan puasa. Adapun jika tidak disengaja, maka tidak membatalkan puasa.” (kitab al-Fiqh al-Manhaji).

  • Syekh Abu Bakar Syatha

Beliau menjelaskan: “Puasa itu batal sebab melakukan onani, yaitu berusaha mengeluarkan mani tanpa melalui jimak atau hubungan intim, baik onani yang haram, seperti mengeluarkan mani dengan cara menggerakkan kemaluan dengan tangannya sendiri, atau onani yang mubah, seperti meminta tolong istri melakukan onani dengan tangannya, atau menyentuh kulit seseorang yang membatalkan wudu bila persentuhannya tanpa penghalang.” (I’anatut Thalibin),

  • Zain bin Ibrahim bin Smith

Beliau mengatakan: “Bahkan tidak hanya dengan tangan istri, jika kita sengaja membayangkan, berhayal atau menonton sesuatu (video porno misalnya) dengan tujuan agar keluar mani, maka juga membatalkan puasa.” (al-Taqirat al-Sadidah).

Nah itu dia hukum dari onani saat bulan puasa, beserta beberapa pandangan dari para ulama mengenai hal tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *