syarat pecah kk karena cerai

4 Syarat Pecah KK Karena Cerai

Ketika Anda sudah resmi bercerai sesuai dengan keputusan pengadilan agama atau pengadilan negeri, maka masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah mengurus pecah kk. Dalam pengurusannya, ada beberapa syarat pecah kk karena cerai yang perlu Anda lengkapi. 

Syarat Pecah KK Karena Cerai 

Kartu keluarga merupakan salah satu dokumen penting yang masih dibutuhkan untuk melengkapi beberapa kebutuhan administrasi. Untuk itu akan lebih baik jika terjadi perubahan, maka bisa segera Anda urus. Dengan begitu, kartu keluarga yang diberikan adalah kartu keluarga yang terbaru. Berikut adalah beberapa syarat pecah kk karena cerai:

  1. Kartu keluarga asli yang lama atau belum diperbaharui
  2. Fotokopi akta cerai dan juga dokumen aslinya
  3. Surat keterangan pindah jika Anda sudah berpindah domisili
  4. Surat pengantar dari desa atau kelurahan. 

Anda perlu melengkapi beberapa syarat pecah kk karena cerai tersebut jika ingin mengurus kk yang baru setelah resmi bercerai. 

Langkah Pecah Kartu Keluarga

Setelah syarat tersebut lengkap, selanjutnya Anda bisa mengikuti beberapa tahap atau prosedur berikut untuk membuat kartu keluarga yang baru setelah bercerai.

  1. Pertama yang bisa dilakukan adalah mendatangi Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan membawa beberapa berkas syarat pecah kk karena cerai.
  2. Nantinya Anda akan diminta mengisi formulir yang menyatakan ingin melakukan perubahan kk. 
  3. Petugas kemudian melakukan verifikasi dan validasi data.
  4. Permohonan nantinya akan diproses guna dilakukan verifikasi terlebih dulu sampai dimasukkan oleh operator dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan guna dilakukan proses pencetakan
  5. Nantinya setelah dicetak, akan ditandatangani oleh Kepala Dinas dan bisa diberikan pada pemohon. 

Dalam pembuatan KK baru setelah cerai tersebut tidak diperlukan biaya atau bisa dilakukan secara gratis. Namun Anda bisa dikenai denda jika terlambat melakukan permohonan lebih dari 1 bulan sejak terjadinya peristiwa kependudukan seperti cerai, kematian, perkawinan atau hal yang lainnya. 

Untuk besaran jumlah denda yang perlu dibayarkan akan berbeda-beda disetiap wilayah atau daerah. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *