Pengalaman Menggunakan Email Yahoo-mail dan Gmail

 

Saya mengenal dunia Internet sejak tahun 2012. Kala itu saya masih awam dalam menggunakan laptop, komputer. seringkali saya harus pergi ke warnet untuk melakukan browsing, Buka Facebook, Yahoo Messenger bahkan hanya untuk download MP3.

Waktu itu untuk melakukan chatting dengan teman-teman yang jauh, menggunakan Yahoo Messenger, adapun WA belum setenar sekarang. Yahoo messenger yang hanya bisa digunakan melalui komputer dan waktu itu saya belum punya komputer pribadi, mau nggak mau harus pergi ke warnet.

Seiring berjalannya waktu tanpa disadari, saya banyak membuat email Yahoo email, RocketMail dan lain-lain hingga Google mail. hingga jumlahnya mencapai puluhan dan saking saya ingin menyimpan data-data saya, maka catatan email dan passwordnya saya simpan di buku. dengan harapan nanti bisa digunakan lagi tanpa harus mereset password karena kelupaan.

Kala itu saya membuat email dari layanan Yahoo, ada yahoo.com Ada yahoo.co.id, ada RocketMail dan itu semua disediakan oleh yahoo.

selain itu saya juga iseng-iseng untuk bikin Gmail yang layanannya disediakan oleh google. dari tahun 2012 hingga 2014 saya rajin sekali mengulik dunia internet, dari mulai membuka media sosial Friendster, Yahoo Messenger hingga Saya memberanikan diri untuk membuat sebuah website Media Digital dengan panduan yang didapat dari kursus selama 3 bulan di Asianbrain.

Waktu itu saya tinggal di desa jaringan internet tidak begitu lancar dan sering tersendat terlebih dikala cuaca mendung. saat hujan sangat rawan sekali akan koneksi yang putus-putus terlebih kalau hujan disertai petir bisa jadi komputer tersambar petir dan rusak.

karena ada petir yang besar membuat komputer saya rusak dua unit, sungguh suatu tragedi yang menyedihkan. Btw, saya mencoba membuat website dalam bahasa Inggris meskipun grammar saya dalam bahasa Inggris tidak begitu baik bahkan bisa dikategorikan dalam kategori yang sangat jelek, karena pada waktu saya sekolah saya lebih senang dengan bahasa Inggris percakapan, jadi tidak begitu mendalami gramar bahasa Inggris.

Jadi, ketika saya mengelola website bahasa Inggris waktu itu yang saya bikin di tahun sekitar 2013. membuat satu artikel bahasa Inggris dalam satu malam itu membuat kepala rasanya mau pecah, pening dan cenut-cenut karena memang membuat artikel dengan jumlah kata minimal 300 kata dalam bahasa Inggris tanpa dengan pengetahuan grammar yang baik tentu akan sangat lucu jadinya jika artikelnya dibaca oleh orang yang paham dengan tata bahasa bahasa Inggris.

Maka dari itu saya mencoba dengan sekuat tenaga, dengan memeras kota Bagaimana caranya agar artikel bahasa Inggris saya waktu itu bisa dibaca, tanpa Membuat ketawa orang yang membacanya.

kalau itu saya juga sempat daftar akun Google Adsense dengan beberapa kali penolakan akhirnya diterima, dan berhasil mendapatkan saldo 26 dolar. singkat kata, karena kebutuhan dana yang mendesak, akun Google Adsense saya jual dengan harga Rp2.000.000 dengan COD langsung dengan pembelinya.

Mungkin ini suatu prestasi sekelas kampung karena di kampung saya, di RT yang saya tinggali hanya saya yang bisa menjual atau yang bisa membuat website dan bisa menjual akun Adsense dengan harga sebesar itu. waktu itu saya menganggap harga Rp2.000.000 untuk akun google, sudah sangat mahal, namun ternyata akhir-akhir ini akun yang berusia tua harganya sungguh menggiurkan bahkan mencapai 20 juta lebih, untuk akun gmail sesuatu yang fantastis bukan?

Kembali ke permasalahan email, tahun 2012 saya mulai masuk ke dunia internet marketing, saya banyak sekali membuat email baik dari Yahoo maupun dari Google. dan saat ini di tahun 2022 saya mencoba membongkar gudang simpanan catatan email saya untuk saya akses kembali. dengan harapan bisa melanjutkan profesi saya sebagai internet marketing.

Namun banyak sekali dari email Yahoo yang tidak bisa saya buka, terlebih yang dari email atau RocketMail itu sudah nggak bisa diakses sama sekali, artinya sudah hilang. jadi kalaupun ada data-data, kalaupun ada registrasi ke suatu website menggunakan email email tersebut maka akan tidak bisa lagi akses.

berbeda dengan email saya yang dari Gmail, email yang saya bikin pertama kalipun di tahun 2012, di tahun 2022 ini masih bisa saya buka dan bisa saya akses. artinya kredibilitas dari email Google itu sungguh luar biasa. Untuk itu, mengacu pada pengalaman saya kalaupun Anda ingin membuka email, ingin membuat email, percayakan kepada pihak yang mempunyai kredibilitas jangka panjang, yang servernya tidak mungkin tutup atau kecil kemungkinan untuk tutup, seperti Google.

atau jika anda kurang yakin dengan penyedia layanan Email yahoo, maupun Google anda bisa membuat layanan Email sendiri dengan cara anda daftarkan sebuah domain dan hosting. tentunya dengan anggaran per tahun, maka anda sudah bisa membuat email sendiri atau layanan email sendiri dengan nama domain anda dengan nama website Anda, tanpa harus menyandarkan kebutuhan email kepada layanan Yahoo maupun Google.

Kebutuhan email Untuk di masa digital ini sungguh sangat vital, karena banyak sekali pekerjaan yang membutuhkan akan keberadaan email misalnya, mengirimkan lamaran, mengirim berkas data, untuk meeting dan sebagainya.

Kesimpulannya, Jika anda ingin menggunakan layanan Email percayakan kepada yang mempunyai kredibilitas dan ketahanan jangka panjang dari segi server, jika anda tidak ingin kehilangan data yang tersimpan di email, jika anda tidak ingin kehilangan akses kepada suatu website

Demikian ulasan pengalaman saya ya tentang pengalaman menggunakan email dan pengalaman terkait kredibilitas layanan Email mana yang lebih baik untuk digunakan.

Terima kasih.

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}