Asal Usul Bantal Guling

Ilustrasi bantal (Foto: Pixabay)

Apakah terdapat di antara Anda yg nir sanggup tidur tanpa bantal guling? Bantal dan guling memang populer menjadi teman tidur pada kalangan masyarakat Indonesia. Benda ini sangat generik ditemukan pada kamar tidur.

Tanpa bantal guling cita rasanya ada yg kurang waktu tidur. Tidak ada yang dipeluk & tidak terdapat yang dipegang. Bahkan buat beberapa orang, jika mereka harus menentukan, mereka akan memilih bantal guling daripada bantal ketua.

Tetapi, berdasarkan manakah dari bantal guling? Jika kita menelusuri sejarah, berasal usul bantal guling akan membawa kita pada bangsa Belanda yang berjasa besarmempopulerkan bantal guling. Merekalah yg memperkenalkan bantal guling ke Indonesia, meskipun pada Belanda & pada Eropa sendiri bantal guling sangat jarang ditemukan.Ilustrasi loka tidur. (Foto: Pixabay)

Awal kisah bantal guling nir lepas dari cerita zaman penjajahan dulu. Pada mulanya, bantal guling dikenal dengan nama Dutch Wife atau Istri Belanda. Ketika orang-orang Belanda (pria) datang ke Indonesia (saat itu masih Hindia), poly di antara mereka yang tidak membawa pasangan atau istri.

Untuk memenuhi impian mereka, salahsatu caranya merupakan memiliki gundik atau menyewa pekerja seks. Namun mempunyai gundik tidaklah murah. Banyak berdasarkan mereka yg pelit atau memang tidak mempunyai uang, dan lantaran hal tersebutlah bantal guling diciptakan buat menggantikan istri mereka yang bisa dipeluk dalam waktu tidur. Itu mengapa bantal guling dianggap Dutch Wife.

Menariknya, nama Dutch Wife sendiri sebenarnya nir dibuat sang orang Belanda, melainkan oleh Gubernur Jenderal Inggris Thomas Stanford Raffles yg menggantikan kedudukan Belanda. Nama Dutch Wife sendiri sebenarnya dibentuk buat mengejek bangsa Belanda.

Tetapi saat bangsa Inggris menduduki Hindia, mereka pun tertular untuk memakai bantal guling saat tidur. Bangsa Belanda pun mengejek kembali Inggris menggunakan menyebut bantal guling menjadi British Doll atau Boneka Inggris. Penggunaan bantal guling akhirnya beredar ke seluruh kalangan pada Hindia hingga sekarang.

Bantal guling empuk yang terdapat sekarang ini merupakan kumpulan tiga budaya, yaitu Hindia, Tiongkok & Eropa. Di Asia Timur, guling memang telah terdapat sejak zaman dahulu. Namun guling yang ada di sana tidaklah empuk, melainkan keras karena terbuat menurut rotan.

Guling tadi dikenal menggunakan nama Zhufuren yg dipercaya bisa melancarkan genre darah pada ketika tidur. Tapi, apa enaknya tidur sambil memeluk guling keras?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *